Rabu, 06 April 2011

Ajaran Sesat™ [?]

"Kan kakak udah pernah bilang, gak usah pacaran. HTS-an saja. Lebih bebas, merdeka. Mau dekat ma siapa ja boleh, gak ada yg ngelarang."

"Iya kak, nyesal Neng gax ikut kata kakak..
Neng jd gx bs memilih,
Pdhal banyak cowo yg mau dekat,
Tp tax bisa karna status Neng dah ada pacar, huft :("

"tuh kan... Makanya, gak usah pake acara pacar2an lagi. Berteman aja, skalian koleksi :p hihi"

"Gitu ya kak,
Iya jg ya ,hhe..
Dasar kakak ajaran sesat, haha . ."

"Jiahaha,,, tolong sebarin ajaran kakak neh, biar banyak pengikutnya ;D"

"Okeeh,
Doaen aja ya pengikut kakak ni berhasil n tax kecewa, :D"

"aiih, aman ituh, dijamin masuk surgalah, wkwk"

"aamiin, hhahaha. . . ."

***
Upss......! Ajaran sesatkah ini? HihiHihi... Whateverlah.

Bagi saya status 'pacar' itu gak penting. Pacaran itu 'pengekangan' terselubung yg tak pasti dan tak ada perlindungan hukumnya. Lebih asik itu berteman biasa saja, bebas dan merdeka. Maksudnya, bebas dekat ma siapa saja tanpa ada yg melarang ato dicemburui. Bisa kencan dengan siapa saja. Mau menonton dengan si A silahkan, makan malam dengan si B oke2 saja, jalan-jalan bersama si C gak masalah, telpon2an dengan si D boleh2 saja, tak ada yang bisa [sok] melarang. Sambil, tentu saja, kalau masih berniat dapat pasangan, leluasa memilih mana yang pas jadi calon pendamping. Hoho_^

So, kalo emang ada keinginan untuk serius dan status di akui, ya nikah dund...=D
[Eiits, ini cuma untuk yg udah siap lahir batin, hihi]

Betuul sodara sodari??
Hallooo....
.
.
.
Duh, jangan tersesat gitu dund mbacanya :p

Kamis, 24 Maret 2011

Forbidden Wedlock

Tersentak dgn pertanyaan seseorang beberapa waktu yg lalu.
"Aku mengingatkan calon istrinya Akang, si Neng bhw nikah dgn non muslim dilarang Allah. apakah tindakanku salah dan mencampuri urusan pribadi orang?"

"Sbg muslim yg menyayangi saudaranya, tindakan kamu itu wajar2 saja. Tapi, kalo dia merasa terganggu, yah harus dihentikan.
Dia mw nikah ma kafir silahkan, mw gak jg gpp. Yg pnting kamu sudah mengingatkan.
Bukankah tugas kita hanya sebatas mengingatkan?
:)" Jawabku seadanya.

Hahaha, polemik yg sering terjadi pada kalangan umat beragama. Cinta beda agama yg akan berlanjut ke pernikahan. Dan memang, sebagai sesama muslim kita wajib mengingatkan. Tapi, kembali pada pilihan masing2 individu, jika dia (Neng) kekeuh memilih untuk melanjutkan hubungan tersebut ke jenjang pernikahan, yah Itu murni urusan dan tanggung jawab dia kepada Allah SWT secara pribadi.
Kita bisa bilang apa?
Mau melarangnya?
Ndak mungkinkan?

So, yg penting kita sudah mengingatkan bahwa menurut hukum Islam pernikahan itu dilarang [haram mutlak] dan dianggap zina seumur hidup. Cmiiw...
.
.
.
.

*Dan, sesungguhnya dgn sungguh2, saya ndak suka ditanyai seperti ini. Seperti ada yang........?? Aaaaarrgghhh.....ntahlah ~X( *

Kamis, 10 Maret 2011

Kangen is Terrorist. [Du Yu Lop Kangen?]


Mr. X: kangen adalah rasa, ia abstrak. jika pun ada yg sanggup melukisnya, yakinlah itu akan sangat jauh dari sempurna dan sangat boleh jadi hasilnya tidak membentuk kangen sedikitpun, bhkan si pelukis pun tak paham apa yg dia lukis.
lukislah aku, kupastikan lukisan anda sempurna, aku adalah kangen.. ;)

-my name is kangen- hohoho..
05 Maret jam 3:43

Me: Kangen is terrorist.
05 Maret jam 3:53

Mr. X: yah, teroris.. teroris yang setiap kali dtg selalu membawa indah dan siksa.. ;)

do yu lop kangen.?
i'm kangen.. hahah
05 Maret jam 3:58

Me: Mencintai kangen, sm aja dgn bunuh diri. Waks><
Hahah
05 Maret jam 4:03

Mr. X: hahaha, jgn suka menyama2kan sesuatu , karena menyama2kan sama saja tidak baiknya dgn membeda2kan.. ;)
05 Maret jam 4:07

Me: Ms sih?
05 Maret jam 4:15

Mr. X: masa sih., masa iya, masa dong.. ;)
05 Maret jam 9:25 · Tidak Suka · 1

☆☆☆
Ahh... Bagi saya tetap saja kangen is Terrorist, yg selalu saja meneror jiwa2 yg sepi karna jauh dari yg dicintai. Ehem...

Betul apa benar?
Hohoho

So, siapakah yang anda kangeni saat ini?

Jika kamu sedang membaca Notes ini dan seseorang muncul sekelebat dalam pikiranmu,
maka kamu sedang kangen pada orang itu...

Selamat menikmati Kangen^__^

Ps: thank's to Mr. X a.k.a Sandal Jepit, sori kata2nya saya rampok, hihi^^v

Kamis, 10 Februari 2011

24th

Hari ini, 24 tahun yang lalu. Do you remember it?
Kalo gitu masih ingat juga donk lagu selamat ulang tahun gimana... Hehehe>__<


☆☆☆
Terimakasih untuk 'hanya cuma beberapa' itu Tuhanku ^___^

*masih ada waktu. Semoga*




Purnama, 10 Februari 2011
23:45 WIB

Rabu, 02 Februari 2011

"Saya orang MINANG, bukan orang PADANG"


Bagi anda yg pernah ngintip info profil saya pasti pernah membaca kutipan judul note di atas (hah?! Gak pernah lihat? Duh, sekali2 lihat donk info profil saya, jd ntar kalo ktemu dichatting, Inbox-kan ato ktemu scra live, gak perlu lagi nanya2 asal sy dr mana, umur brp, kuliah dimana, kerja apa dll, krn info profil saya lengkap dan asli punyalah, okeh okeh ^__^). Nah, beberapa saat yg lalu ada yg melihat kutipan tsb, dia bertanya "hey,, kenapa kamu menyebutnya bukan orang Padang tapi Minang. Bedanya dimana tu?"

"ya jauh bedalah. Padang itu nama kota, bukan nama suku. Dan saya suku Minang bukan Padang. Lagian saya juga tidak berdomisili di kota Padang, jadi mana bisa ngaku2 orang Padang. Hehe" jawabku singkat.

Pertanyaan serupa juga masih sering saya dengar dari orang yg berbeda. Intinya, Minang belumlah begitu dikenal oleh orang-orang luar. Sungguh saya tak habis pikir, dari mana kisah bermula ketika pada akhirnya 'Orang Minang' justru disebut sebagai 'Orang Padang'?

Sekian lama, kerancuan itu mengalir begitu saja, Sepertinya anak negeri penghuni Ranah Minang sendiri [tidak semuanya sih ;) ] tenang-tenang saja dan membenarkan begitu saja ketika mereka yang terlahir di Bukittinggi, Payakumbuh, Pariaman, Pandaisikek, Painan dll, justru dipanggil sebagai 'Orang Padang'.

Sebutan Orang Padang agaknya memang lebih lekat di benak banyak orang ketimbang menyebut Orang Minang.
Sekilas memang tak terlihat kesalahan dalam penyebutan ini karena Padang adalah ibukota Sumatera Barat. Dan itu wajar kalau kata Padang disandarkan pada orang yang berasal dari Sumatera Barat. Sebagaimana wajarnya kita menyebut orang Medan walaupun ia tidak berasal dari Medan, melainkan berasal dari tempat-tempat lain di Sumatera Utara.

Yang salah adalah kalau mereka sampai menganggap Padang sebagai suku bangsa orang Sumatera Barat, bukan Minangkabau yang kita banggakan selama ini. Contoh, dalam lirik lagu bisa kita lihat kesalahan ini. Seperti lirik lagu Rhoma Irama yang berjudul Indonesia. Disana disebutkan nama-nama suku bangsa di Indonesia termasuk diantaranya “padang” bukan “minang”. Kesalahan serupa juga terjadi dalam lirik lagu “dangdut is music of my country”nya Project Pop. [ahh, harusnya sblm membuat lirik lagu mereka cari info yg benar dulu, hmm...)

Rata2 orang luar Minang lidahnya justru lebih fasih menyebut istilah Orang Padang ketimbang Orang Minang. Mereka lebih terbiasa menyebut Adat Padang ketimbang Adat Minang. Mereka terbiasa menyebut Bahasa Padang ketimbang Bahasa Minang. Dan kitapun sadar atau tidak, di tanah perantauan terlalu sering melabeli diri dengan label Padang daripada Minang. Maka yang tersohor justru Rumah Makan Padang, bukan Rumah Makan Minang, padahal di kota Padang sendiri tidak pernah ada Rumah Makan Padang, ya kan..? Meski kelezatan Sate Padang diperantauan menjadi buah bibir orang banyak, namun bukankah di Ranah Minang sendiri Sate Padang yang sesungguhnya justru kalah pamor ketimbang Sate Pariaman, Sate Danguang-Danguang atau sate Padang Panjang.

Sungguh ironi bukan? Kita sendirikah yang telah membengkokkan sebuatan Minang menjadi Padang? Ataukah memang kita sepakat dan setuju-setuju begitu saja ketika darah Minang yang mengalir ini disebut sebagai darah Padang..?
*owh, tidak bisa. Darah ke-Minang-an ku agak terusik dgn hal ini*

Hmm, mungkin bagi sebagian orang kesalahan ini tidak begitu dirisaukan. Tapi saya termasuk orang yang agak keberatan dengan kesalahan ini. Tepatnya, saya lebih bangga disebut orang Minang ketimbang orang Padang (soalnya kan saya emang bukan orang kota Padang, hehe_^ walaupun sempat jungkir balik menimba ilmu di salah satu Kampus di Kota Padang, tetep saja saya adalah Pendatang).

Jadi disini saya hanya ingin meluruskan saja [sebenarnya uneg-uneg yg selama ini meresahkan hati n pikiran saya sih,heheh] bahwasanya 'Minangkabau bukan Padang. Tapi Padang sudah pasti Minangkabau'. Wakarimasuka? Understand? Lai mangarati? ;D

So, buat Anda-Anda, jangan ngaku2 orang Padang kalo sama sekali blm pernah menjejakkan kaki di kota Padang. Tapi banggalah mengaku sebagai Orang Minang [walaupun belum pernah menjejakkan kaki di ranah minang nan rancak bana ko ha] karna kalian memang berdarah minang.
Owkeh dunsanak? ^__~

Nah, buat yang bukan Orang Minang, semoga mengerti dengan pembahasan saya kali ini dan tidak akan ada lagi kekeliruan dalam penyebutan suku dari Propinsi Sumatera Barat, semoga. Ingat yah, suku Minang, bukan Padang. heheheh ^^v



Fyi: kesalahan2 serupa juga tidak hanya terjadi pada suku Minang. Hal ini juga terjadi pada suku 'Mandailing' yg lebih sering disebut 'Batak'. Padahal Mandailing dan Batak adalah 2 suku yg berbeda. Cmiiw... (Dapat info dari temanku yg marah karna di bilang orang Batak, karena dia orang Mandailing bukan orang Batak). Dan saya rasa masih banyak kasus2 kekeliruan lainnya, silahkan kalau ada yg mau menambahkan ^__^

“Susah memang kalau menyangkut perasaan.”

*
[Sebuah dialog pada salah satu status warga negara Facebook. Dan, tetap ada proses editan sebelum di posting, hoho ;D]
'Kadang melepaskan seseorang, bukan karena berhenti mencintainya,.. tapi karena sebesar apapun usahanya, dia tak mencintaimu. :('

'Melepaskan adalah tindakan yg bijak jika dalam sikon spt itu... Hmm'

'Huuumm so sweet'

'Kok so sweet sih? So sick itu mah...'

'Iya,.. lagi dan lagi hah...aq niiiiiih knp sih?? aq kan bkn TUHAN,, koq bisa2nya kasi maaf dan kesempatan yaaaahh...Maksud aq,, kesempatan dia utk nyakitin dan lukai aq lagi??'

'Karna kamu tuw udah kecanduan.Tau candu? kayak nyuntikin obat bius ke badan. Sakit, tapi selalu pengen ngerasain rasa sakit itu. (Kita namakan saja 'sakit membawa nikmat' :p )
Kalo udh tau resikonya spt itu, harusnya gak usah pake ngeluh n bertanya2 lg...
Dinikmatin ajalah...Owkeh^__~v'

'Jgn ngomong macam2 yah,, ini forum internasional hah.Нa.. Haha.. Нaaa..Ooooohh mengeluh ta iku?? sebaikx aq mangan wae yow,, biar tambah ndut hah :p''Terkesan mengeluh Neng_^So, enjoy ajah, dalam negara cinta, biasa itu mah. Haha ;D'

###

Udah, gak usah shocked gitu dong dgn kalimat terakhir. Pada kenyataannya 'kecanduan dgn pasangan [jahat/abusif]' adalah hal yg sudah amat-sangat-biasa terjadi di dunia percintaan (yah, dari curhat2 yg pernah saya dengar dan fakta yg saya lihat sih begitu, hehe).

Ehem, kenapa sih kok mau-maunya bertahan mencintai pasangan(pacar) yang seperti itu? Walaupun sang pacar lagi dan lagi selalu menyakiti. Kalau memang menderita sama pacar dgn tipikal seperti di atas, kenapa masih mau bertahan dan menderita menghadapi ketidakjelasan sang pacar?

Bukankah ini namanya parade menyakiti diri sendiri???

Hmm, Ada beberapa jawaban yg bisa saya simpulkan untuk pertanyaan ini.[ahH, rasanya ini bukan jawaban, tapi lebih tepatnya Pembenaran! X(]

Yang pertama, seperti judul note di atas, maka benarlah jika hal2 yg berhubungan dengan perasaan itu adalah hal yang rumit dan belum tentu logis. Bahkan bisa berpotensi menyusahkan, terutama jika Anda sendiri yang jadi korbannya.Mungkin karena rasa adalah segalanya. Siapa yang tahu? *Hmm...-_-?*

Kedua, Sesuatu yang biasanya didapet dengan susah payah, biasanya lebih susah pula untuk melepaskannya :DBetul apa benaaaar?*emang pernah mengalami?*

Ketiga, Karena si korban berdelusi kalau 'kejahatan' itu adalah sesuatu yang bisa ia ubah dan dia percaya bahwa sang pacar itu sebenarnya hanya haus perhatian dan kasih sayang[-nya pacar khususnya]. They like playing ‘mom’, but they also still like the machoism and manliness of a rebel.*Sedihnya, seringkali hal inilah awal dari KDRT oleh pasangan yg abusif :(

*Keempat, menurut para pujangga serta pakar percintaan n the genk, CINTA ITU BUTA.*Baah...!! Jawaban basi! buang dan Lupakan!!!

*Kelima, Kenapa eh kenapa masih bertahan? Karena eh karena, Putus itu ga enak tauk....!*yg enak itu maem sate madura, yummy*

Keenam: hmm, apalagi yah? Ada yg mau menambahkan? ^__^

[Tapi, yang bikin saya heran [dan masygul] itu justru sang pacar. Udah diperhatiin, dikagumin, disabar-sabarin, dan dicinta mati-in, masiiiiih aja kayak gitu. Kayak nggak ada RASA banget sih.Jangan2 emang udah mati rasa, huft-_-' ]

[kalo kasus untuk pasangan yg sudah terikat pernikahan, pasti jawaban alias pembenaran untuk tetap bertahan lebih banyak n komplit. Haduwh.... X( ]



*semoga dia tak mengganggap saya mengeksploitasi lukanya untuk keperluan update postingan di facebook ini**

Senin, 24 Januari 2011

Terpenting Jauhi...!

Sebuah percakapan tentang curahan hati pasca patah hati 2 orang gadis yg terjadi di negara FB.
Sebuah percakapan yg sebenarnya bisa saja dibaca oleh warga FB lainnya [beuh, kenapa gak ngobrol via inbox inbox saja sih girls?] hingga membuat saya napsu untuk mempostingnya. Hehe

Dan, Tentunya sudah sedikit di edit supaya tidak terlalu mengekspos isi pembicaraan yg tidak perlu:P

Cekidot...!

Neng: Duhai hatiku, bukankah kita sudah sepakat, jika aq melupakanya, maka engkau pun akan melupakanya.
Aq telah melupakanya, tapi mengapa engkau masih terus mengenangnya..?

Xixixixixi
lebay.com :p

Tamara: Lu nyanyi or puisi..?

Udah di control A shift delete+ format di pikiran gw, Alhmdulillah.. gak sampai amnesia..:p

Neng: Puisi tuw, keren kan kata2nya :p
Hehe

Yakin dah hilang tuh?
Hahaha

Tamara: Permanent gk juga.. tp lumayanlah buat smentara, ehem..

Lu sendri gmn,. bisa gak..?

Neng: Mana bisa secepat itu Tam...:(
Hmm, seperti puisi diatas, gw banget dah :p
Tp, alhmdulillaah saat ne aman damai jah.
Hehe

Tamara: Hahaii,..
Slow but sure, u can forget it & so do i, hehe
patah 1 tumbuh seribu,.:p

Neng: Gak ada yg perlu dilupakan, tp di ikhlaskan saja...
Aiih...
Hahahaha

Now, tinggal nunggu proses penyembuhan_^

Tamara: Eitts.. mana bisa?!
Ikhlas?!
hmm,. hrz lu kaji dalil nya Neng. Terpenting, Jauhi!!

Neng: Ntarlah gw cari dalilnya dipasar :p
Kalo kasus lu emg harus di jauhi, kalo gw kan emang udah jauh :p
Wkwkwk

Tamara: Haqz,haks:D
jarak bisa jauh, tp hati dekat kan,. itu yg perlu di pisah, aihh:p

Neng: Nah, itu masalahnya Tam, ne hati gak mau, huff
####

Ehem... Patah hati itu perkara biasa. Proses penyembuhannya itu yg begitu sulit [setidaknya bagi saya, gak tw deh kalo yg laen, hehe]. Apalagi kalo orang yg membuat patah hati tsb masih berkeliaran disekitar kita. Beuh, Yakin deh makin patah ajah tuwh hati...;)

Trus solusinya gimana dong?

Yeah, seperti kata Tamara, Terpenting JAUHI..!

Yup, jauhi, dan cari yg baru^^
Owkeh!

Any question else??
Haloo.....

Hhm, tampaknya gak gak ada. Tampaknya pembaca lagi pada jatuh cinta dan membangun cinta yah...
Baguslah kalo begitu ;D

Always keep ur love, angetin kalo udah mulai basi. Hihihi


Purnama, 24-01-2011