Tampilkan postingan dengan label SemacamCurhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SemacamCurhat. Tampilkan semua postingan

Rabu, 08 Juli 2015

Pembicaraan dengan seorang Marxis yang emosinya dipermainkan oleh seorang perempuan.

S: Seorang Marxis dan ketua Militan emosinya dipermainkan oleh seorang perempuan. Tragis sekali. Pantesan kader2ku prihatin sekali dg kondisiku.

A: Ketua militan kok bisa dipermainkan sih mbah? Mainin balik dong.. hehehh

S: Seharusnya Dia terus terang, jika sudah dapat pengganti. Katanya orang yg suka terus terang, tapi diam saja. Aku yg remuk, yg berusaha setia tapi diam2 ditinggalkan. Parah. Terus terang kan lebih bagus, meskipun rasa kecewa yg amat sangat pasti terjadi.

A: Pengganti piye toh mbah? Tau darimana emang?

S: Entahlah, aku kok mulai yakin kalau dia sudah dg orang baru. Kalau tidak, pasti dia peduli dg gelisahku, depresiku yg susah menghubungi dia. Tapi sebelum aku mendengar langsung dari dia, aku akan tetap setia pd komitmen. Tp kuharap dia segera mengatakannya, biar aku tdk berlama2 sedih, dan smua kerjaan terganggu.

A: tah,, semoga deh...

S: Ya, semoga dalam waktu dekat dia segera terus terang, biar aku juga segera menata diri. Kenapa dia sekarang jd orang tidak terbuka ya?
Nilai komitmenku pd Dia sama dg nilai komitmenku pd gerakan, jd sangat tinggi. Kalau Dia tidak setia pd komitmen, dan pergi begitu saja dg orang baru, selamanya aku akan menganggapnya sbg "pengkhianat", dan tak akan pernah ingin ketemu dia lagi.
Jika menuruti hawa nafsu dan kesenangan, aku bisa mendapatkan cinta dari kader2ku yg antusias bertemu dgku. Tapi itu tidak akan kulakukan, karena aku orang yg memegang janji, pd apapun, pd cinta, komitmen, perjuangan dll. Tapi kenapa sikap militanku ini dipermainkan. Kader2ku semua prihatin melihat kondisiku.

A: Mbah.. dlm hubungan itu yg penting adalah kepercayaan. Kalo kepercayaan sudah hilang, apalah artinya cinta?

S: Kepercayaan akan hilang ketika orang yg dianggap kekasih sejatinya, bahkan istrinya, sudah tidak bisa dihubungi. Bagaimana mungkin rasa percaya itu tetap ada jika tidak bisa dihubungi. Siapapun akan kehilangan kepercayaan pd kekasihnya jika kekasihnya tdk bisa dihubungi. Hubungan macam apa ini?

A: Berarti cintamu gak sebesar itu mbah..

S: Tanya saja pd setiap orang, termasuk padamu, bagainan perasaanmu jika kekasihmu sama sekali tidak bisa dihubungi, apakah kamu masih percaya pdnya?
Setidaknya, jika kamu mendapati kekasimu tdk lagi bisa dihubungi, pastilah km mulai mempertanyakan kesetiaannya.

A: Jika kekasih tidak bisa dihubungi lagi, apakah penyebabnya hanya ketidaksetiaan saja?

S: Setidaknya itu indikasi bahwa dia sudah tidak menginginkan kita dan tidak lg peduli pd kita. Padahal kita berusaha menelponya hingga berkali2.
Kalau dia masih menginginkan kita, pasti rasa empati itu ada. Kalau tlpon kita tdk digubris slama berhari2, apakah kita mash mengatakan dia masih menginginkan kita? Itu cinta sebelah tangan namanya.
Dan kadang2 aku tampak tolol, tetap telpon meskipun tidak digubris, bahkan mungkin ditertawakan telponku yg terus berdering itu.

A: Itukan cuma asumsimu mbah...

S: Ade, jawab dg jujur, pernahkah km menemukan orang yg begitu tolol sepertiku dalam soal cinta, memohon-mohon pd kekasihnya agar bisa komunikasi; menjadi mirip orang gila? Pasti km blum menemukan, dan semoga tidak menemukan. Biarlah aku saja yg tampak tolol dlm hal ini, karen akan tetap memegang janji setia.

A: banyak mbah...

S: Ah, gak ada kayaknya. Intinya, aku akan tetap setia memegang komitmen, sampai sisca terus terang dg yg sedang ia jalani. Tapi aku sudah mulai tidak percaya bahwa dia setia. Semoga segera dia berterus terang.

A:Yowes kalo emg berkomitment seperti itu... semoga kuat.. :)

S: Ya, semoga dia tidak pergi begitu saja, ada keterusterangan. Meskipun dg keterusterangan aku pasti akan mengalami depresi berat. Tapi itu lebih baik. Sehingga aku segera menata diri. Yach, dan semuanya akan berakhir dg jelas, rasa benciku juga jelas: sepanjang hidup aku akan menganggap dia "pengkhianat", dan tak akan ingin ketemu dia lagi.

A: Yep.. kalian sudah dewasa, uruslah secara dewasa..

S: Ya, aku sudah sabar menunggu aksi diamnya, dan ketahananku untuk melakukan ini sebagai tindakan laki2 yg memegang komitmen. Aku hanya tidak ingin dia pergi begitu saja seperti orang melarikan diri. Dia harus berkata terus terang. Itu saja yg kuminta kali ini. Cinta memang tidak bisa dipaksakan. Tapi komitmen tetap komitmen.

A: setuju

Kamis, 13 Desember 2012

Tetaplah Ada

Jangan pernah coba2 untuk menghilang hanya dgn alasan ‘demi kebaikanku’. justru aku akan tidak baik2 saja jika kehilanganmu. bertingkahlah seperti biasa. dan akupun akan biasa2 saja. selama ada kamu, tak mengapa. Aku akan baik-baik saja.

Kenapa kita baru ketemu sekarang?

“De, lagi apa? aku lagi galau neh. Huh, rasanya belum kering luka dengan Akang, datang lagi pria sekantorku yang sifatnya sama persis dengan Akang & parahnya lagi dia juga udah punya cewek. Kau tau kata2nya yg buat aku perih “kenapa kita baru ketemu sekarang?”. Kata yg jg pernah diucapkan Akang. dia seperti Akang kedua de. Dah alergi aq sama cowok yg begitu n phobia sama cowok yg dah punya cewek. hiii..” ~Neng

It's always better to miss someone secretly than to let them know andget no response. ~Quote

“kamu gak merindukannya?” “selalu, tiap detik. Tapi apa boleh buat.,kalo diungkapkan… Nyakitin diri sendiri.” “nyakitin diri sendiri gimana?” “Kalo bertepuk sebelah tangan itu rasanya gimana?” “oh.. yah. aku tau. hmm„ bukannya nahan kangen juga sakit yah?” “sakit.. tapi begini lebih baik.” “yah, It’s always better to miss someone secretly than to let them know and get no response. right?” “right. Bagianku utk merindukannya, dia bagian untuk cuek.” “waduh, hancur hati tuh?” “Hati aku udah di tong sampah. sekarang ini berdarah dingin.” “loh, kok di tong sampah?” “aku buang. abis gak ada yg menghargai.” “mahal amat sih..” “murah banget. Saking murahnya.,dimain²kan!” “kamu sih.. ngasi izin buat dimainin..” “Yah that’s love. ya sutralah… Setelah ini. gak ada lagi.” “semoga..” “amin.” **** Purnama, 19 Juli 2012 01:10 Waktu Indonesia bagian merindukannya ;)))

Minggu, 23 Oktober 2011

(Bukan) Dendam

*Ini lanjutan tulisan sebelumnya.*

Suatu malam disalah satu ruang kelas kampus. Kami mengadakan sidang Laporan Pertanggunggawaban (LPJ) masing2 ketua divisi. Saat itu saya mewakili ketua saya untuk menyampaikan LPJ divisi inventaris.

Tak ada tanda2 saya akan mendapatkan masalah malam itu, semua berjalan tenang dan damai. Namun, semuanya berubah jadi menjengkelkan saat ketua Komdis menyampaikan LPJ. Dimana dia menyatakan telah membuat sistem SP (Surat Peringatan) bagi anggota yg melanggar disiplin. Dan selama dia menjabat, pihak Komdis telah mengeluarkan 1 SP. Bisa ditebak dong siapakah manusia beruntung yg mendapatkan SP ituh? Eaaa... Saya :_(

Awalnya saya gak begitu kaget yah, resiko saya untuk dapat SP emang besar. Tapi yg saya gak sukaknya, alasan saya dapat SP karna saya gak ikut Anjangsana beberapa waktu yg lalu. Hey! Bukankah saat itu saya sakit? 2 orang anggota juga melihat kondisi saya. Dan saya juga telah minta izin sama ketua panitia (baca catatan sebelumnya). Kalo untuk kesalahan lain, it's okelah, saya terima. Tp ini krn gak datang anjangsana yg mana saya dalam keadaan sakit, kok dapat SP. Dimana letak salahnya?

Balik ke suasana sidang LPJ, Hati saya panas, ego saya terguncang. Saya merasa dijadikan sbg kelinci percobaan. Saya ingin protes, tp dicegah. Semacam dipaksa untuk menerima keadaan. Kalo saja saya mau berkeras untuk protes, pastinya ketua komdis itu mendapat malu. Sayangnya saya tak setega itu.

Daripada saya meledak diruang itu, lebih baik saya keluar. Sayapun langsung mencari 2 org teman yg tau kondisi saya waktu sakit. Mereka mengklaim bahwa mereka sudah menyampaikan kondisi saya yg sakit, bahkan ketua komdis itu juga mendengar.
###

Hidup di dunia memang penuh dengan ketidakadilan. Makanya Tuhan menciptakan hari pembalasan.

Purnama, 23 Oktober 2011

Sabtu, 22 Oktober 2011

Tentang Salam Kemanusiaan

*ini tentang semacam curhat.*

Dikampus, saya mengikuti salah satu organisasi kemahasiswaan. Pada suatu hari kami
mengadakan kegiatan tahunan, anjangsana ke panti asuhan.

Persiapan pra anjangsana telah siap, namun tepat sehari sebelum hari H saya jatuh demam. Saya pikir saya tidak bisa pergi anjangsana dalam keadaan sakit begini mengingat lokasi panti asuhan yang lumayan jauh, dan butuh beberapa jam naik bus. Lalu saya putuskan untuk minta izin kepada ketua panitia via sms, bahwa saya
sakit dan tidak bisa ikut kegiatan. Malam sebelum hari H sekitar jam
10, 2 orang teman (teman seorganisasi dan sekost) datang kekamar untuk meminjam bantal dan tikar karna ada beberapa senior yg
numpang menginap. Saat itu saya sedang mengompres kening saya
sendiri. Mereka tau saya demam tinggi, mereka sempat menyentuh
kening saya. Dan saya yakin,beberapa senior yg numpang menginap itu pasti tau kalo saya sakit. Tapi tak ada satupun dari mereka yg menjenguk saya. Ahh, saya pikir mereka mungkin kelelahan krn persiapan anjangsana. Tp, hey, masa menjenguk sebentar anggotanya yg sakit saja tidak sempat? Padahal mereka hanya tinggal menaiki beberapa anak tangga untuk mencapai kamar kos saya. Padahal saya dengar mereka
tertawa cekikikan khas perempuan di bawah sana. Entah kemana perginya slogan salam
kemanusiaan ituh? Atau mungkin saja mereka mendadak amnesia.

Dan sampai sekarangpun saya masih bertanya-tanya :_(
###

Terkesan cengeng memang. Seakan2 saya butuh di jenguk gituh. Tidak kawan, bukan itu yg ingin saya sampaikan disini. Tp tentang 'salam kemanusiaan' yg sering diucapkan tapi dalam prakteknya menyedihkan.

Ahh, semoga saja kalian paham.

Purnama, 22 Oktober 2011
di subuh hari yg melankoli.

Senin, 19 September 2011

Tentang Curhat

Sms yg cukup menggelitik malam ini. Versi editan ;)

Me: jadi, gimana dengan eneng?

Masboy: gue rasa, eneng tu memanglah ada hati dgn gue de. Dia dikit2 curhat mulu ke gue.

Me: waduh, kamu juga sering curhat ke ade. Gmn tuh? ;p

Masboy: berarti gue ada hati dengan ade. Hadooh, siyal.

Me: wuakakakak....
Hm, gak mesti orang yg suka curhat itu pertanda ada hati. Bisa jadi karna nyaman.

Masboy: hmm, yah yah. Lebih baek gue tidur.

***

Sering curhat ke lawan jenis??

Saya pernah, tapi tidak sering, dan hanya ke orang2 tertentu serta pada kondisi tertentu.

Sebagian orang memang suka curhat ke orang yg di sukainya. Mungkin modus untuk pedekate kali yah, heheh. Tapi, gak mesti tiap orang yg curhat itu karna 'ada hati'. Bisa jadi karna nyaman ato karna ngerasa di denger curhatannya, makanya jadi curhat mulu. Nyandu. Ya toh?

Sekian....

Ps:
Eh, kalo ada yg mo curhat ma saya, bole2 saja. Tanpa di pungut biaya ;))

Masboy: ^^v peace n tengkyu :*

Purnama, 19 September 2011